Oleh Ali Rif'an
Secara
fitrah, dalam setiap diri individu manusia, pasti tertanam rasa ingin
menjadi yang lebih baik dan sempurna. Oleh karena itu, Allah SWT
senantiasa menyediakan beragam jalan bagi hamba-Nya agar mereka mau
berusaha dan semakin dekat kepada-Nya.
Islam secara
tegas mengajarkan bahwa segala hasil yang diraih oleh manusia adalah
sesuai dengan usaha dan jerih payahnya. Manusia yang selalu berusaha
(bekerja) dengan sungguh-sunguh karena Allah SWT pasti akan menuai
hasil usahanya itu. "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja
dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemuinya,"
(QS al-Insyiqaq [84]: 6).
Doa menjadi bagian penting
dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah
yang menentukan segala usahanya. Doa bisa diartikan sebagai satu
permohonan dan pujian dalam bentuk ucapan dari hamba yang rendah
kedudukannya pada Rabb Yang Mahatinggi. Orang yang tidak mau berdoa
kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur (sombong) karena tidak
menempatkan Allah sebagai penentu segalanya (QS al-Mu'min [40]: 60).
Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT sangat murka kepada orang yang
tidak mau berdoa kepada-Nya," (HR Ibnu Majah).
Sejatinya,
tujuan berdoa adalah meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT
sekaligus untuk memperbaiki diri. Ibn Atha'illah dalam kitabnya Al-Hikam
menjelaskan, "Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa,
padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita
banyak meminta dan berharap pada Allah, tetapi sibuknya meminta kadang
membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal, kalau kita
meminta (doa) sembari berusaha untuk mengubah diri (ikhtiar), Allah
akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah
pengiring agar kita bisa mengubah diri kita."
Manfaat doa
begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat
diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat
dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga
menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat
kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha (ikhtiar).
Walaupun
tak terlihat hasilnya, doa harus terus dipanjatkan karena di balik
doa tersimpan rahasia Allah yang amat mengagumkan. Ada cerita menarik
di zaman Nabi SAW. Suatu hari, seorang ibu ditanya anaknya yang sedang
sakit, "Mengapa doa ibu tidak dikabulkan?" Sang ibu kemudian
menjawab, "Barangkali Allah ingin memberi pahala lebih banyak kepadamu
karena orang yang sedang dicoba Allah dengan penyakit berat, ia
bersabar dan berdoa kepada Allah, akan diberinya pahala, atau dosamu
diampuni-Nya. Bacalah doa yang masih kau hafal, ayat singkat, atau
mohon dengan bahasamu sendiri."
"Dan apabila
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwa Aku
adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
memohon kepada-Ku," (QS Al-Baqarah 186). Wallahu a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar